Melihat
perkembangan musik Rohani yang mulai tergerus oleh musik-musik beraliran lain
yang membuat anak muda sekarang menjadi kurang perhatian atas kemajuan musik
rohani membuat beberapa inisiator dari anak-anak Gameka angkatan 2006 untuk membuat
acara musik rohani yang mulai terlupakan oleh perkembangan dunia musik ,dimana
yang waktu itu di kota pontianak sendiri lebih sering diadakan acara-acara
musik seperti parade dsb.
Dari
keprihatinan tersebut bermodal hanya pengalaman
dari beberapa inisiator yang pernah mengikuti festival musik maka untuk
pertama kali diadakanlah Gameka Music Festival pada tahun 2009, yang dimana
maksud dan tujuannya agar menjadi wadah dalam mengembangkan musik rohani yang
mulai tidak terdengar gaungnya dan agar menjadi ajang kompetisi dalam
menciptakan musisi-musisi rohani yang sebenarnya dirasa sudah banyak namun
belum adanya acara musik yang dapat menjadi ajang mereka berekspresi,melatih dan
mengembangkan diri dalam musik rohani .
Pada
awalnya sasaran dari GMF hanya pada kawan-kawan yang ada di kota Pontianak namun seiring perkembangan maka GMF menjadi
semakin luas sasaran dan targetnya
dengan tidak hanya untuk yang berada di Pontianak namun diadakan untuk
peserta se-Kal-Bar dengan melakukan promosi-promosi ke daerah-daerah di Kal-Bar walaupun dengan keterbatasan yang
ada ,diharapkan dengan itu maka gaung
GMF menjadi lebih besar sehingga semakin menjadi ajang yang dapat menciptakan
musisi rohani dan tujuan dari GMF itu sendiri dapat dinikmati oleh kawan-kawan
lain yang berada di Kal-bar.
Pada awalnya GMF
dilaksanakan 2 hari .
Ketua GMF 1 :
Benediktus Djumino
Jumlah perserta : 42 band
Lokasi : Auditorium
Untan
Jumlah penonton : ± 800 orang
Banyaknya
kegiatan/acara yang bentrok pada waktu itu di kota Pontianak membuat peserta yang ikut pada GMF 2 menjadi
merosot dan dilaksanakan hanya 1 hari.
Ketua GMF 2 :
Wenthy Fransiska
Jumlah perserta : 24 band
Lokasi : Auditorium
Untan
Jumlah penonton : ± 200 orang
Sampai GMF 2 ,GMF diadakan di
Auditorium Untan namun pada GMF 3 dengan sangat terpaksa diadakan di Taman
Budaya karena semakin sulitnya mengadakan acara musik diaudit dan sistem boking
yang jauh-jauh hari sudah penuh dan dipakai untuk keperluan lain seperti
pernikahan dsb .
GMF
3juga dilaksanakan 1 hari dan jumlah peserta dibatasikarena GMF 3 ditempuh
dengan berbagai resiko dan pertimbangan karena untuk pertama kalinya GMF
diadakan di Luar ruangan (outdoor)karena waktu itu hampir semua gedung disurvei
di kota Pontianak namun yang kosong hanya Taman Budaya . GMF yang telah biasa
diadakan di Audit dan pindah di Taman Budaya menbuat Kawan-kawan panitia GMF 3
pertama-tama kesulitan karena harus beradaptasi ulang dan mengenal lokasi dan
mempelajari tempat acara yang baru namun
hal itu tidak menyurutkan semangat kawan-kawan Gameka untuk tetap mengadakan
GMF , malah menjadi nilai tambah dan kepuasan tersendiri karena berhasil
mengadakan GMF di Outdoor.
Ketua GMF 3 :
Filipus Erwin Aprianto
Jumlah perserta : 21 band
Lokasi : Taman Budaya
Jumlah penonton : ± 400 orang
Dan
sampai terakhir,GMF 4 tetap dilakukan di Taman Budaya dengan jumlah yang lebih
peserta lebih banyak dan penonton yang semakin ramai.
Ketua GMF 4 :
Regina Selasmarce K
Jumlah perserta : 24 band
Lokasi : Taman Budaya
Jumlah penonton : ± 400 orang
KP3KOM Juara 3
kali berturut-turut sampai akhirnya pada GMF 4 Dijuarai oleh Living Sacrife .
Harapannya GMF terus dapat
berkembang dan dikenal oleh semua kalangan dan daerah di Kal-Bar dan semakin diminati dan tujuan dari GMF itu
sendiri tercapai ,musisi rohani semakin banyak dan musik rohani gaungnya
semakin besar dan tidak kalah dengan industri musik yang ada sekarang ..